Kamis, 08 Februari 2018


Hari valentine disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. (Wikipedi)
Tujuan diadakan perayaan hari valentine ini bagi kamu muda biasanya berkata bahwa “hari untuk melakukan hal yang fun-fun, sebagai hari menyatakan kasih sayang kepada kekasihnya dan masih banyak lagi hal untuk mengatakan alasan mereka merayakan hari valentine”

Pada dasarnya hari valentine merupakan budaya dari orang non muslim, sudah sepatutnya kita sebagai muslim untuk tidak ikut-ikutan memperingati hari ini. Dalam Al Qur an Surat Al Maidah ayat 51 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51) ayat ini telah gamblang menjelaskan bahwa umat muslim dilarang keras mengikuti tingkah laku dan kebudayaan orang non muslim. Pernyatraan ini juga di tegaskan dalam Hadits Nabi yang berbunyi : “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi). Setelah berbagai macam pernyataan dan dalil naqli diatas apakah anda ingin menjadi seperti golongan mereka. Kita umat muslim mempunyai kebudayaan sendiri. Seperti mengikuti majlis sholawat dan dzikir, daurah berkuda, memanah, berenang, kajian dan masih banyak kebudayaan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Kita juga memiliki hari raya sendiri seperti Idul Fitri dan Idul Adha. Apakah itu belum cukup untuk membuat kita gembira. Pada salah satu lafadz dalam adzan disebutkan bahwa “Marilah kita meraih kemenangan” dari kalimat tersebut ya inilah yang dimaksut kemenangan itu, menang dalam beribadah kepada Alla SWT sehingga kita menjadi muslim yang kembali suci sehingga pada akhirnya kita semua dikumpulkan di jannahnya Allah SWT. Aamiin...

Kamis, 01 Februari 2018

Momen Kebersamaan Di HUT ABRI


Menjadi guru haruslah mempunyai fisik dan akal yang kuat. Hal ini berkenaan dengan kualitas keguruan kita mengajar siswa, apalagi saya adalah mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang suatu saat nanti akan berhadapan langsung dengan siswa Sekolah Dasar yang memiliki bermacam-macam keunikan, ada yang hiperaktif, nakal, suka mengganggu temannya dan masih banyak hal-hal unik lainnya yang akan menantang kita ketika menjadi guru SD.
Hal ini lah yang membuat kampus kami berupaya untuk mencetak seorang guru yang sehat fisiknya cerdas otaknya. Oleh sebab itu kampus kami tahun lalu mengadakan pelatihan fisik di AAL Bumimoro (Akademik Angkatan Laut). Disana kami mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari latihan fisik sampai wawasan kebangsaan. Kami di didik untuk menjadi guru nasionalis masa depan yang dapat membuat sebuah peubahan dalam bidang kami yakni menjadi guru.


Momen bersama di HUT ABRI


Sebuah kenangan merupakan hal yang istimewa dalam hidup kita karena dengan kenangan tersebut kita dapat mengingat hal-hal yang pernah kita alami. Salah satunya ialah kejadian atau hal yang kita alami diwaktu yang lampau.
Ini adalah foto bersama saya ketika menjadi peserta upacara dalam HUT ABRI tahun kemarin. Foto ini terlihat kusut karena teriknya matahari yang menyinari wajah kita. Bisa dilihat sendiri bahwa hal ini memang tidak seperti wajah asli seperti biasanya. Namun demikian wajah tidaklah panting karena ini momen yang jarang sekali dilakukan karena ulang tahun ABRI tidaklah setiap saat melainkan setiap tahun.
Melihat foto ini, teman-teman memang sudah diatur sedemikian rupa untuk membuat pemandangan yang enak dipandang mata. Bukan hanya itu tetapi ini membuktikan bahwa Mahasiswa STKIP Al Hikmah Surabaya dapat menjadi fotografer yang handal.

Senin, 29 Januari 2018

Hasil tidak akan membohongi usaha


Sebuah hasil tidak akan membohongi usaha karena apa yang di petik pasti apa yang mereka tanam. Sama halnya dengan saya yang mengikuti kompetisi teacher’s Idole. Hal ini sempat membuat saya drop /down karena apa yang harus saya persiapkan tidaklah sedikit dari pembuatan RRP dan silabus, menyiapkan bahan ajar dan materi serta banyak hal yang saya harus persiapkan untuk kompetisi Teacher’s Idole.

Dari sekian banyak hal yang telah dipersiapkan saya hanya dapat bertawakkal kepada Allah tentang apa yang saya lakukan hingga pada akhirnya saya dapat menembus hingga final. Kembali saya mempersiapkan semua yang  dibutuhkan dari awal. Kali ini memang berbeda dari sebelumnya ketika kompetisi awal harus menyiapkan RPP dan silabus namun sekarang hanya bermodal 6 materi yang akan di acak untuk saya tampil ke depan sehingga saya harus mempelajari 6 materi tersebut sekaligus. Betapa perjuangan yang membuat saya hampir down karenanya namun ketika hari H pada saat kompetisi dimulai saya mulai percaya diri, tekad saya semakin kuat dan pada akhirnya saya dapat menyingkirkan beberapa finalis lainnya.

Peringatan HUT Guru Nasional


Sebuah acara akan terasa lebih indah ketika hadirnya seorang teman yang menemani. Kegiatan juga akan terasa lebih ramai dan menyenangkan ketika teman beserta orang-orang yang kita ssayangi juga hadir menemani kita. Sama halnya seperti saya yang telah mendapatkan teman dan orang-orang yang saya sayangi bagaikan keluarga sendiri. Foto diatas adalah foto bersama ketika ada sebuah kegiatan di kampus kami yaitu peringatan HUT Guru Nasional. Hal ini sangat menggembirakan karena kami adalah mahasiswa calon guru yang sudah sepatutnya memeriahkan hari ulang tahunnya sendiri. Dalam kegiatan peringatan HUT Guru Nasional ada beberapa lomba yang telah diselenggarakan seperti cerdas cermat, Wawasan kebangsaan dan Teacher Idole. Acara ini sangat meriah karena di datangi oleh mahasiswa di seluruh Jawa Timur. Mereka sama-sama berlomba dan bersaing dalam kompetisi yang ketat ini.
Ini adalah salah satu foto kebersamaan saya dan teman saya ketika ada acara peringatan HUT Guru Nasional